bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak
Jam Tangan

Bagaimana Porsche Design Setia pada Akar Pemberontak

Dalam dunia desain dan kemewahan, nama Porsche Design identik dengan perpaduan sempurna antara fungsionalitas dan estetika yang tak lekang oleh waktu. Didirikan oleh Profesor Ferdinand Alexander Porsche, desainer legendaris di balik Porsche 911, merek ini selalu memiliki semangat yang sedikit berbeda, sebuah akar “pemberontak” yang membedakannya. Namun, bagaimana sebuah merek global tetap mempertahankan identitas intinya seiring berjalannya waktu dan di tengah persaingan ketat? Melalui wawancara dengan CEO Porsche Lifestyle, Stefan Buescher, kita akan mengupas bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak mereka, dan bagaimana filosofi ini terus mendorong inovasi.

 

Filosofi Desain: Fungsionalitas Adalah Kunci Pemberontakan

Inti dari semangat Porsche Design terletak pada filosofi desain yang berakar pada fungsionalitas ekstrem dan penolakan terhadap hal-hal yang tidak perlu.

  • “Don’t Waste Money”: Stefan Buescher menekankan prinsip “jangan membuang uang” dan “cari solusi fungsional yang bekerja dengan sempurna.” Ini adalah inti dari pendekatan desain mereka. Daripada menambahkan ornamen atau elemen yang tidak perlu, Porsche Design fokus pada esensi sebuah objek, memastikan bahwa setiap detail memiliki tujuan dan meningkatkan fungsi. Ini adalah bentuk pemberontakan terhadap kemewahan yang hanya berfokus pada tampilan, tanpa mempertimbangkan kegunaan.
  • Terinspirasi dari Kokpit 911: Filosofi ini langsung berasal dari Profesor F.A. Porsche sendiri saat mendesain Porsche 911 dan kemudian Chronograph 1. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan keterbacaan optimal dan fungsionalitas yang mulus, layaknya instrumen di kokpit mobil balap.
  • Berani Melawan Konvensi: Semangat pemberontak ini juga terlihat dalam sejarah Porsche AG sendiri, seperti peluncuran 911 berpendingin air atau SUV Cayenne yang harus memenangkan kompetisi off-road sekaligus mencetak rekor di lintasan balap. Porsche selalu memilih jalan inovasi yang sulit daripada sekadar mengikuti tren pasar. Porsche Design, sebagai perpanjangan dari DNA ini, tidak berbeda.

Filosofi inilah yang menjelaskan bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak.

 

Momen Kritis: Kembali ke Manufaktur Jam Tangan In-House

Salah satu langkah paling berani yang menunjukkan bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak adalah keputusan mereka untuk membawa kembali manufaktur jam tangan sepenuhnya secara in-house.

  • Berpisah dari Kemitraan Historis: Setelah bertahun-tahun bermitra dengan produsen jam tangan Swiss terkemuka, seperti IWC dan Eterna, Porsche Design membuat keputusan berani pada tahun 2017 untuk memproduksi jam tangan mereka sendiri. Ini adalah langkah yang sangat signifikan di industri jam tangan, di mana banyak merek mengandalkan pemasok eksternal.
  • Keputusan Berani Keluarga Porsche: Buescher mengenang, “Keluarga membuat keputusan yang sangat berani untuk membawa kembali jam tangan dengan manufaktur kami sendiri.” Ini bukan hanya tentang kontrol kualitas, tetapi juga tentang menegaskan kemandirian dan cara unik Porsche dalam melakukan sesuatu.
  • Fasilitas Produksi Baru di Grenchen: Nantinya di tahun 2025 ini, merek tersebut akan membuka fasilitas manufaktur baru di Grenchen, Swiss. Bangunan yang direnovasi ini memiliki makna khusus bagi keluarga Porsche, karena merupakan properti yang pernah mereka miliki namun harus dijual bertahun-tahun lalu, dan kemudian tidak terpakai selama delapan tahun. Akuisisi dan restorasi bangunan ini oleh Porsche Design lebih dari sekadar ekspansi kapasitas produksi; ini adalah pernyataan kemandirian.
  • Komitmen Terhadap Kualitas, Bukan Kuantitas: Fasilitas baru ini akan memungkinkan Porsche Design memproduksi lebih banyak jam tangan setiap tahun dengan pembuat jam dan mesin mereka sendiri, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kualitas daripada kuantitas. Ini adalah investasi jangka panjang yang menunjukkan keyakinan mereka pada jalur yang dipilih.

Langkah ini adalah bukti nyata bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak.

 

Ekspansi Produk yang Tidak Konvensional

Semangat pemberontak Porsche Design juga terlihat dalam berbagai produk yang mereka tawarkan, melampaui ekspektasi.

  • Melampaui Otomotif: Meskipun berakar pada dunia otomotif, Porsche Design tidak membatasi dirinya pada produk yang secara langsung terkait dengan mobil. Mereka merancang berbagai macam barang gaya hidup, mulai dari jam tangan, koper, hard drive, hingga papan selancar.
  • Papan Selancar sebagai Simbol: Buescher menyebutkan papan selancar yang mereka produksi sebagai contoh bagaimana merek ini terus menantang kategori konvensional. Produk-produk ini mempertahankan identitas Porsche Design yang tidak salah lagi, yaitu perpaduan desain yang bersih, fungsionalitas tinggi, dan material premium. Ini menunjukkan keinginan untuk “melihat lebih dari yang terlihat” dan “mencoba ide-ide baru.”
  • Inovasi di Berbagai Bidang: Porsche Design secara konsisten menunjukkan bahwa prinsip desain mereka dapat diterapkan pada berbagai objek, membuktikan bahwa “desain yang baik harus jujur” dan dapat meningkatkan fungsi di mana pun.

Diversifikasi produk ini adalah bagian dari bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak.

 

Kemitraan Organik: Orlando Bloom sebagai Duta Merek

Bahkan dalam pemilihan duta merek, Porsche Design menunjukkan pendekatan yang tidak konvensional, yang sejalan dengan semangat pemberontak mereka.

  • Bukan Sekadar Endorsement Biasa: Kemitraan dengan aktor Orlando Bloom yang diumumkan pada Februari 2025, bukanlah tipikal endorsement selebriti. Buescher menjelaskan bahwa kolaborasi ini muncul secara organik ketika Bloom, seorang pemilik Porsche yang antusias, muncul di sebuah acara Porsche dan menunjukkan semangat tulusnya terhadap merek tersebut.
  • Gairah Otentik: “Dia simpatik, menyenangkan, dan penuh gairah terhadap Porsche,” kata Buescher. Ditambah dengan gairah alami Bloom terhadap jam tangan, kemitraan ini terasa sempurna bagi semua pihak yang terlibat. Pendekatan ini menghindari kesan transaksi komersial semata, melainkan menyoroti koneksi yang tulus.
  • Mencerminkan Nilai Merek: Kemitraan semacam ini mencerminkan nilai-nilai Porsche Design yang mengedepankan otentisitas dan gairah, daripada sekadar popularitas selebriti. Ini adalah cara lain bagi merek untuk “menjadi otentik” dan “menjadi diri sendiri.”

Kemitraan ini menunjukkan bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak dengan cara yang unik.

 

Kesimpulan: Warisan Pemberontakan yang Abadi

Dalam wawancara dengan CEO Stefan Buescher, menjadi jelas bahwa bagaimana Porsche Design setia pada akar pemberontak bukanlah sekadar strategi pemasaran, melainkan DNA yang tertanam dalam setiap aspek merek. Dari filosofi desain yang mengutamakan fungsionalitas tanpa kompromi, keputusan berani untuk kembali ke manufaktur in-house, ekspansi produk yang tidak konvensional, hingga kemitraan yang organik, Porsche Design terus menunjukkan keberanian untuk menentang konvensi.

Semangat yang dimulai oleh Profesor Ferdinand Alexander Porsche—untuk menciptakan objek yang optimal secara fungsional dan estetis, melampaui yang sudah dikenal, dan menemukan solusi yang lebih baik—terus hidup. Merek ini membuktikan bahwa pemberontakan bisa menjadi kekuatan pendorong di balik inovasi dan keunggulan. Bagi penggemar desain dan kemewahan yang menghargai integritas dan fungsionalitas, Porsche Design tetap menjadi mercusuar yang relevan dan menginspirasi. Merek ini terus menetapkan standar, dan tidak pernah berhenti mendorong batas-batas, sebuah janji yang dibuat oleh sang pendiri sejak awal.

Baca juga:

Informasi ini dipersembahkan oleh IndoCair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top