Driver Online Ogah – Driver taksi online di Kota Depok menilai pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk kendaraan pribadi. Salah satu driver, Joko, mengaku akan lebih selektif dalam menerima order.
“Nah kami yang driver online ini kan memakai kendaraan pribadi, jadi ikut terdampak,” ujar Joko, Rabu (1/4/2026).
Joko mendapat informasi bahwa kendaraan pribadi hanya boleh mengisi BBM hingga 50 liter per hari. Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji ulang aturan tersebut dan memberi pengecualian bagi driver online.
“Alangkah baiknya, driver online seperti kami juga diperhatikan dan diberi kelonggaran,” jelasnya.
Jika aturan ini diterapkan, Joko harus mencari cara untuk menghemat BBM. Salah satunya dengan membatasi jarak order dan jam operasional.
“Ya mau tidak mau, saya pilih order jarak dekat atau menengah,” katanya.
Keluhan Pengusaha Driver Online Ogah Terima Orderan Jauh
Sementara itu, pemilik rental mobil, Handayani, mengaku hanya bisa pasrah dengan kebijakan tersebut. Ia menyebut kebutuhan BBM untuk mobil rental cukup besar, terutama untuk perjalanan luar kota.
“Kalau lepas kunci aman karena ditanggung penyewa. Tapi kalau pakai sopir, saat BBM habis harus cari bensin eceran,” ujarnya.
Handayani menilai kebijakan ini akan memberatkan pengemudi rental. Terlebih bagi mereka yang sering membawa penumpang ke luar kota.
“Kebijakan ini tetap harus kami siasati, meski tujuannya baik,” katanya.
Baca Juga : Jejak Pembunuh WN Ukraina Terdeteksi Di Bulgaria
Kebijakan Pemerintah dan Pengaturan BBM
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan langkah efisiensi melalui transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi. Salah satunya dengan mengatur konsumsi BBM.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut stok BBM nasional masih aman. Kondisi ekonomi juga tetap terjaga. Namun, masyarakat diminta mengubah pola konsumsi agar lebih efisien.
Pemerintah mengatur pembelian BBM menggunakan barcode MyPertamina. Setiap kendaraan diperbolehkan mengisi hingga 50 liter per hari atau sampai tangki penuh. Aturan ini tidak berlaku untuk truk dan angkutan umum.
“Pemerintah mengajak masyarakat dan dunia usaha tetap produktif. Kami juga memastikan distribusi BBM tetap adil melalui pengaturan ini,” ujar Airlangga.
Imbauan Pemerintah dan Kepastian Harga BBM
Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat tetap tenang. Ia memastikan kebutuhan energi nasional tetap tercukupi.
“Kita harus membeli BBM secara normal dan bijak,” katanya.
Pemerintah juga menegaskan belum ada rencana perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.
“Kami sampaikan tidak ada penyesuaian harga, baik naik maupun turun,” ujarnya.
Menurut Bahlil, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto akan terus memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.
“Presiden selalu memperhatikan kepentingan rakyat agar semua kebijakan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Situs Tuan Kuda yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!