Kasus Kematian Beruntun – 4 masyarakat Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur wafat dunia secara beruntun dalam sepekan terakhir. Polisi menebak keempat masyarakat wafat sebab minuman keras( miras) oplosan. Tidak hanya itu, satu masyarakat dalam keadaan kritis serta menempuh perawatan intensif di RSUD Sayang.
Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Tatang Sunarya menuturkan, keadaan keempat korban bernama samaran Fa( 23), MR( 22), L, serta Do saat sebelum wafat hadapi perih perut hebat diiringi muntah- muntah.
Kasus Kematian Beruntun Sedang Ditelusuri Oleh Kepolisian
“Kami sudah melaksanakan penelusuran di Kecamatan Mande serta menciptakan kenyataan kalau 4 masyarakat wafat dunia, sedangkan satu yang lain bernama samaran NH masih kritis di rumah sakit. Indikasi yang dirasakan rata- rata seragam, tetapi waktu peristiwa mulai dari merasakan sakit sampai wafat dunia memanglah tidak bertepatan,” ucap Tatang Sunarya, Sabtu( 28/ 3/ 2026).
Walaupun dugaan miras oplosan mencuat, kepolisian mengalami tantangan dalam penyelidikan dini.
Data menimpa tipe minuman, waktu, serta posisi tentu dikala para korban beraktifitas masih sangat sedikit.
Pihak keluarga melaporkan kalau para korban tidak pernah menarangkan pemicu sakit mereka saat sebelum keadaan raga menyusut ekstrem.
“ Dikala ini, NH yang ialah saksi kunci sekalian korban selamat belum bisa dimintai penjelasan sebab keadaan kesehatannya yang belum normal,” ucapnya.
Baca Juga : Turis Australia Jadi Korban Pencabulan Oleh Sekuriti Di Bali
Kapolres Cianjur Menegaskan Hal Ini
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi menegaskan kalau proses penyelidikan hendak dicoba secara mendalam serta komprehensif.
Dia melaporkan kepolisian tidak mau terburu- buru merumuskan pemicu kematian tanpa fakta kedokteran yang kokoh.
“ Penyelidikan masih berjalan buat memastikan apakah ini murni akibat mengkonsumsi alkohol, aspek penyakit bawaan semacam lambung, ataupun karena lain. Kami mengedepankan pembuktian bersumber pada kenyataan di lapangan serta penjelasan kedokteran,” tegas AKBP Alexander.
Senada dengan perihal tersebut, Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, mengatakan kalau pengecekan kesehatan lanjutan masih terus dicoba terhadap korban selamat.
Walaupun pengecekan dini belum menampilkan gejala kokoh keracunan alkohol murni.
“ Regu kedokteran lagi mendalami apakah mengkonsumsi alkohol tersebut merangsang komplikasi penyakit tertentu pada badan penderita,” jelasnya.
Situs Rajabotak yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!