Pengusaha Hijab Di Sukabumi Tipu Pasutri Sampai Rp 1,1 Miliar
Berita Terkini

Pengusaha Hijab Di Sukabumi Tipu Pasutri Sampai Rp 1,1 Miliar

Pengusaha Hijab Di Sukabumi – Seorang pengusaha jilbab lokal ternama di Sukabumi dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penipuan investasi pengadaan kain. Korbannya merupakan pendamping suami istri( pasutri), Ahmad Abdur Rauf( 30) serta Indah Febriani. Pasutri ini hadapi kerugian Rp 1. 186. 032. 000.

Kuasa hukum korban, Sugiri Jafar melaporkan, laporan tersebut sudah di informasikan ke Polres Sukabumi Kota semenjak 20 Agustus 2025. Tetapi, sampai saat ini status permasalahan tersebut masih tertahan di sesi penyelidikan tanpa progres ke penyidikan.

” Kami memberi tahu dugaan penipuan serta penggelapan oleh seseorang pengusaha muslimah owner brand jilbab di Sukabumi. Semenjak dilaporkan Agustus kemudian, progresnya baru sebatas pengiriman SP2HP yang jumlahnya telah lebih dari 10 kali,” kata Sugiri Jafar, Jumat( 10/ 4/ 2026).

Permasalahan ini bermula pada Juni 2024 dengan tawaran kerja sama pengadaan bahan kain tipe kaos serta jersey. Korban dijanjikan keuntungan Rp 4. 000 sampai Rp 4. 500 per kg. Sehabis sebagian kali transaksi mudah, pelakon mulai mengikat korban dengan 5 kali Memorandum of Understanding( MoU).

Kecurigaan timbul dikala merambah Februari 2025. Walaupun keuntungan terkadang dibayarkan, modal pokok kepunyaan korban senantiasa ditahan oleh terlapor dengan bermacam alibi.

” Hitung- hitungan informasinya tidak riil, kainnya juga tidak terdapat. Klien aku cuma dimohon membuat invoice atas instruksi terlapor. Dikala kami somasi buat menanyakan alur duit serta benda, terlapor tidak dapat menanggapi serta malah alihkan permasalahan ke urusan utang piutang,” jelas Sugiri.

Baca Juga : Kasus Penyiraman Air Keras Di Bekasi Dipicu Dendam Lama

Pengusaha Hijab Di Sukabumi Curiga Liat Style Hidup Elegan Tersangka

Istri korban, Indah Febriani, mengatakan kecurigaannya timbul dikala memandang style hidup terlapor yang glamor serta pembukaan cabang usaha baru di bidang kuliner. Sedangkan kewajiban pengembalian modal korban tersendat.

” Sehabis permasalahan ini aku unggah di media sosial, nyatanya banyak korban lain yang bersuara. Terdapat lebih dari 10 orang dengan modus yang nyaris persis. Apalagi terdapat supplier kain di Bandung serta Jakarta yang pula merugi sebab barangnya diambil dengan sistem tempo tetapi tidak dibayar,” ungkap Indah.

Saat ini, pihak korban menekan Polres Sukabumi Kota buat lekas menaikkan status masalah ke sesi penyidikan. Kuasa hukum memperhitungkan bukti- bukti yang diserahkan telah lebih dari lumayan buat menjerat terlapor.

Situs Abangempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top