Warga Lampung Timur – Masyarakat Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, terbuat gempar oleh penemuan jejak kaki yang diprediksi Harimau Sumatera di zona tidak jauh dari permukiman, Kamis( 8/ 1/ 2026).
Peristiwa itu apalagi viral di media sosial sehabis tersebar video serta kesaksian masyarakat yang mengaku memandang langsung binatang buas tersebut.
Kepala Desa Membenarkan Warga Lampung Timur Heboh Dengan Temuan Ini
Kepala Desa Sribhawono Buih Wisnu Prabowo, membetulkan terdapatnya laporan dari salah seseorang masyarakat bernama Pujiono. Masyarakat tersebut mengaku berhadapan langsung dengan binatang liar dikala hendak mengarah ladang dekat jam 09. 00 Wib.
“Masyarakat kami ketakutan dan langsung naik ke pohon karena melihat dua ekor satwa, satu dewasa dan satu anak,” kata Buih Wisnu, Jumat (9/1/2026).
Wisnu mengatakan jarak warga dengan satwa yang diduga harimau sekitar 30 meter. Karena takut diserang, warga bertahan di atas pohon selama beberapa jam hingga situasi dinilai aman, sebelum melapor ke aparat desa.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung melakukan analisis awal atas temuan jejak kaki di Desa Sribhawono.
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Pertama KSDA Wilayah III Lampung, Irhamuddin, menjelaskan temuan tersebut.
kalau hasil kajian sedangkan menampilkan jejak kaki tersebut tidak menuju pada Harimau Sumatera.
Baca Juga : Fakta Mahasiswi UNIMA Diduga Korban Kekerasan Seksual
Sampai Saat Ini Keberadaan Harimau Sumatera Belum Ditemukan
“Bersumber pada ciri dimensi, wujud bantalan kaki, serta pola tapak, jejak tersebut lebih menyamai jejak anjing. Bila juga berasal dari binatang kalangan kucing liar, mungkin besar merupakan macan dahan ataupun kucing emas, bukan Harimau Sumatera,” ucap Irhamuddin dikonfirmasi, Jumat( 9/ 1).
Dia meningkatkan, sampai saat ini belum sempat terdapat laporan formal terpaut keberadaan Harimau Sumatera di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, tidak ditemui koridor binatang yang menghubungkan posisi penemuan jejak dengan kawasan Halaman Nasional Way Kambas (TNWK).
Walaupun demikian, Irhamuddin menegaskan kalau hasil tersebut masih bertabiat sedangkan serta hendak diperkuat lewat pengamatan lanjutan dan pengumpulan informasi pendukung di lapangan.
Ia mengimbau warga supaya senantiasa waspada tetapi tidak panik. Masyarakat pula dimohon tidak melaksanakan aksi kelewatan yang malah berpotensi membahayakan diri sendiri ataupun binatang liar.
“ Macan dahan Sumatera bukan binatang yang kasar ataupun melanda manusia. Kami memohon warga senantiasa tenang serta tidak melaksanakan aksi yang merangsang kepanikan,” tegasnya.
Situs Empire88 yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!